Ini Tahapan Membuat Website, Versi Saya Sendiri

tahapan membangun website
Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Membangun sebuah website yang profesional diperlukan perencanaan yang matang, karena sesungguhnya website itu bersifat jangka panjang. Website itu sendiri merupakan perwajahan dari sebuah bisnis offline di dunia online.

Di website itulah user, pengguna, customer dapat merasakan kehadiran bisnis melalui warna korporat yang digunakan, foto-foto serta video produk maupun kegiatan yang didokumentasikan dengan apik, dan setiap kata yang tertulis di setiap halaman website.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang biasa saya lakukan dalam membangun sebuah website.

1.Briefing

Photo by KOBU Agency on Unsplash

Proses yang pertama ini merupakan langkah pengumpulan data dari klien, seperti: profil bisnis, materi visual brand, foto, video, copywriting dan lain-lain yang berkaitan dengan bisnis klien.

2. Riset

Photo by Startup Stock Photos from Pexels

Setelah mendapatkan seluruh materi yang dibutuhkan untuk website, langkah selanjutnya adalah riset. Riset di sini untuk menentukan blueprint website.

Berdasarkan data klien juga pada langkah ini akan ditentukan warna yang akan digunakan, tipografi, dan juga style gambar.

3. Desain

Photo by picjumbo.com from Pexels

Berbekal hasil riset dan blueprint, proses desain pun dimulai. Desain diawali dengan sketsa di atas kertas dengan menggunakan pensil.

Dengan pensil?

Ya, pensil lebih menghemat waktu.

Bila desain langsung dikerjakan menggunakan aplikasi pada komputer, maka kemungkinan akan ada banyak sekali ide liar yang bersliweran saat mendesain yang tidak bisa ditangkap dengan cepat oleh desainer. Kehilangan momentum!

Maka dari itu pensil dan kertas berguna sekali untuk itu. Biasanya desainer akan membuat beberapa sketsa website yang berbeda antara satu desain dengan yang lainnya.

Photo by Med Badr Chemmaoui on Unsplash

Setelah desainer mendapatkan beberapa desain yang mewakili keinginan klien, maka hasil coretan yang masuk nominasi tadi diolah di laptop atau komputer, untuk mendapatkan tampilan website sesungguhnya.

Hasil sketsa tadi kemudian diolah dengan menggunakan aplikasi pengolah layout seperti adobe photoshop, adobe illustrator, coreldraw, sketch, lunacy dan lain sebagainya.

Baca juga: Alternatif Membuat Website Bisnis yang Murah , Cepat & Mudah

4. Layout

Photo by Lee Campbell on Unsplash

Kali ini desain visual terpilih diolah pada server lokal di komputer atau di hosting tempat website nanti ter-instal.

Saya pribadi lebih senang menyebut tahapan ini adalah layout ketimbang scripting/coding.

Karena dalam membangun sebuah website, saya banyak menggunakan CMS yang sudah jadi dan siap pakai seperti wordpress.

WordPress memiliki beberapa plugin untuk layout yang bisa digunakan untuk me-layout, seperti: elementor, beaver, divi builder dan masih banyak lagi layout builder lainnya.

5. Testing

Photo by Tranmautritam from Pexels

Pada tahap ini website harus sudah berbentuk layaknya sebuah website yang sudah jadi.

Tahapan ini juga untuk memastikan semua fungsi seperti form, email, tombol, galeri yang terdapat pada website sudah berjalan dengan baik, sesuai dengan apa yang telah direncanakan pada tahap awal pembuatan.

Segala kemungkinan tampilan website pada berbagai perangkat yang berbeda juga diuji pada tahapan ini.

Di era modern ini website dituntut untuk memiliki tampilan sempurna, terutama di mobile device (tablet dan smartphone).

Sebagaimana halnya ketika tampil di perangkat desktop seperti laptop dan komputer.

Baca juga: Tips Meningkatkan PERFORMA WEBSITE di Masa Pandemi

6. Publikasi

Setelah klien memberikan persetujuan, semua file desain website diunggah ke server (bila dikerjakan di server lokal komputer), dan website pun bisa langsung diakses oleh publik.

Ke 6 langkah di atas adalah cara saya dalam membangun sebuah website dan semuanya tidaklah bersifat mutlak. Masing-masing pengembang website mempunyai cara dan gayanya sendiri-sendiri dalam bekerja dan berkarya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *